Angel Virginia Boelan

Nusa Tenggara Timur
Lahir dan besar di Kota Kupang namun Angel sering dianggap bukan asli orang Nusa Tenggara Timur karena memiliki postur tubuh yang tinggi, rambut lurus, dan logat berbicaranya sering di bilang tidak ada aksen orang timur. “Ketika saya berada di bangku SMA dan pindah ke Jakarta, saya sempat kaget dengan kehidupan di ibukota dan tidak dapat membaur dengan teman-teman di sekolah, mereka menganggap daerah saya sangat terbelakang, tidak ada listrik dan mall. Dari situ mulai hilang rasa percaya diri saya dan saya selalu menyendiri, saya ingat betul waktu itu saya tidak menerima diri saya apa adanya, saya seperti kecewa dengan diri saya karena tidak mampu menjadi diri sendiri dan minder. Saya sempat mengalami stres. Namun. semenjak masuk dunia pekerjaan saya mulai menggali kembali potensi yang ada dalam diri saya, banyak orang yang mendukung saya seperti keluarga, sahabat, dan kerabat di tempat kerja. Saya berkomitmen dengan diri sendiri saya tidak mau berlarut dalam kekecewaan dan tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi. Di sisi lain saya bersyukur kepada Tuhan telah membiarkan hal itu terjadi agar saya lebih menerima dan mencintai diri saya apa adanya dan saya juga belajar bahwa sangat penting mencintai diri sendiri, karena kita sebagai manusia adalah anugerah yang Tuhan berikan ke dalam dunia” tutur Angel. Berdasarkan pengalamannya tersebut, Angel mengangkat advokasi tentang kesehatan mental mengingat masyarakat Indonesia khususnya daerah Nusa Tenggara Timur masih minim pengetahuan tentang kesehatan mental. Sebagai Puteri Indonesia Nusa Tenggara Timur, hatinya tergerak untuk ikut bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental. Ia percaya dengan menjadi Puteri Indonesia, ia dapat menginspirasi banyak orang di luar sana dan menjadi berkat dimana pun ia berada. “Basodara samua jang lupa dukung beta!”