• atas new
  • banner website 1
  • homepi1 2017
  • homepi1 material

    TERIMA KASIH INDONESIA Puteri Indonesia 2016, Kezia Warouw Berhasil Masuk Top 13 65th Miss Universe

    presscon kezia

    Jakarta, 7 Februari 2017. Perjalanan Puteri Indonesia 2016, Kezia Warouw dalam mengikuti ajang Miss Universe 2016 yang diselenggarakan di Mall of Asia Arena, Manila, Senin (30/1) telah usai. Indonesia patut bangga dengan prestasi yang diraih oleh Kezia. Pasalnya wanita asal Sulawesi Utara ini berhasil masuk Top 13 dan meraih predikat TOP 10 Best National Costume dan Miss Phoenix Best Smile.

    Kezia bersaing bersama 85 Finalis Miss Universe lainnya yang berjuang memperebutkan mahkota dan gelar 65th Miss Universe yang pada akhirnya diraih oleh wakil dari Perancis, Iris Mittenaere. Keberhasilan ini menambah deretan prestasi untuk Indonesia diajang kontes kecatikan bergengsi Internasional, sebelumnya Puteri Indonesia 20016 RU 3, Ariska Putri Pertiwi berhasil memperebutkan mahkota Miss Grand International, di susul Puteri Indonesia Lingkungan 2016, Felicia Hwang berhasil meraih 2nd Runner Up & Miss Best Dresser di ajang Miss International, Puteri Indonesia Pariwisata 2016, Intan Aletrino meraih Top 10 dan Miss Multimedia di ajang Miss Supranational dan kini Puteri Indonesia 2016 meraih Top 13 Miss Universe. Ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia, Putri K Wardani mengatakan. “ Saya sangat terkesan dan bangga dengan prestasi ini. Dimana Indonesia mampu bersaing dengan 85 negara yang semuanya sudah berpengalaman dan Indonesia berhasil masuk dalam jajaran Top 13. Keberhasilan ini tentu saja tidak lepas dari berbagai persiapan yang telah dibelaki oleh Yayasan Puteri Indonesia dan Mustika Ratu dalam waktu 1 tahun dan diikuti dengan baik oleh Kezia. Semoga tahun depan Indonesia bisa lebih baik lagi untuk dapat masuk ke TOP 6 sampai 3, ujar Putri pada saat Press Conference Kedatangan Puteri Indonesia 2016, Kezia Warouw di Graha Mustika Ratu, Jakarta, Selasa (07/02). Tantangan untuk Yayasan Puteri Indonesia Putri K Wardani menjelaskan secara detail prihal persiapan yang telah dilakukan oleh Yayasan Puteri Indonesia dan Mustika Ratu untuk mengirimkan wakilnya ke ajang kecantikan international “Masih banyak dan tantangan tantangan besar untuk Yayasan Puteri Indonesia (YPI) serta Pemenang Puteri Indonesia ke depan untuk terus meraih prestasi yg lebih baik. Tantangannya kedepan adalah bagaimana mendapatkan kandidat dan mendidiknya hingga bisa menjadi pribadi yang lepas, berani berbicara dan spontaneous/ outspoken serta pandai berekspresi sehingga mampu menjadikan story yang biasa biasa saja menjadi lebih menarik untuk didengar. Hal ini kelihatannya mudah, tetapi sebenarnya sangat sulit karena tradisi budaya kita tidak mengajarkan demikian. Bisa diperhatikan bahwa pemenang dari Asia lebih banyak didominasi oleh India dan Filipina, dimana personalita budaya mereka memang lebih terbuka dan pandai merangkai kata. Selain itu prasyarat teknis lainnya seperti catwalk dalam pageantry yang berbeda dengan catwalk model harus didalami. Sektor ini lebih mudah untuk dicapai asalkan bisa menyiapkan budget untuk mengirim kandidat pada guru guru internasional yang bagus dan sesuai keahliannya. YPI tentu tidak dapat bekerja sendiri melainkan memerlukan bantuan dan kerjasama yang baik dengan pemerintah, instansi instansi terkait, masyarakat untuk berkontribusi aktif. Untuk mencetak atlit yang handal diperlukan pelatihan dalam waktu yang tidak sebentar, dengan melibatkan trainer yang handal dan biaya yang tidak sedikit. Mudah mudahan dengan pemahaman ini akan semakin bertumbuhnya kesadaran masyarakat dan pemerintah akan manfaat ajang beauty pageant internasional ini ,jalan menuju prestasi yang lebih baik akan semakin terbuka. Kini sudah semakin banyaklah masyarakat dunia yang mengenal Indonesia dengan lebih baik, melalui keramah tamahan wakil kita, melalui keindahan baju-baju hasil kreasi industri berbasis budaya dan berbasis kreatif yang dikenakan Puteri Indonesia, serta melalui produk produk kecantikan dan perawatan kesehatan tradisional Mustika Ratu yang selalu digunakan dan dibagi bagikan oleh wakil wakil kita . Citra positif inilah yang YPI titipkan kepada duta-duta bangsa kita, yang tahun ini dibawakan dengan sangat cantik oleh seorang gadis berusia 25 tahun, sarjana IT, bernama Kezia Warouw. Dunia menjadi tahu bahwa Indonesia adalah negara besar dengan 250 juta penduduk yang mayoritas muslim, memiliki keindahan dasar negara yaitu PANCASILA, yang tahun ini dijadikan tema national costume dengan judul "Garuda - Unity in Diversity" dan bahwa ekonomi kita sedang dalam proses tumbuh dengan adanya destinasi pariwisata, serta produk produk kreatif dan berbasis budaya yang ditampilkan oleh kandidat kita. Kesuksesan misi ini lebih besar daripada hanya sekedar memenangkan pageant semata dan Kezia representing with flying color. Excellent. Ini yg masyarakat perlu pahami dan ketahui. Miss Universe Pageant ke-65 di Manila, Filipina menjadi ajang yg sangat disoroti di media sosial tiga minggu terakhir ini. Pasalnya 86 wanita cantik, cerdas dan berbakat dari seluruh dunia berkumpul di karantina sebuah ajang lomba kecantikan yg paling bergengsi di jagad ini. Selama 11 bulan lamanya, sejak dipilih sebagai Puteri Indonesia 2016 Kezia disediakan berbagai training dan perawatan yang dapat dan harus dimanfaatkan secara terus menerus. Dari mulai training bahasa Inggris melalui ILP oleh native speaker, public speaking oleh Choky Sitohang, catwalk (karena Kezia sudah seorang model, dimana dinilai tidak perlu training catwalk dasar) dilatih oleh senior-senior Puteri Indonesia yang bagus penampilan catwalknya seperti Elvira Devinamira , Anindia Putri ,Artika Saridevi, Whulandary Herman dan lainnya, fitness dan pembentukan badan oleh personal trainer serta kursus merias wajah & hairdo sendiri oleh Moor's Professional Make Up by Mustika Ratu, perawatan tubuh dan relaksasi oleh Taman Sari Royal Heritage Spa. Untuk mengisi pengetahuan umum dasar Bapak Prof. DR.Wardiman Joyonegoro dan Ibu Kusumadewi melakukan coaching apa saja yang harus dipelajari. Tidak hanya itu tapi masih seabreg lagi pelatihan pelatihan Kezia. Photo sessions oleh Ronny Ario Jorwono & Rudi Harry serta pose direction oleh mas Nikho. Gunanya adalah agar Kezia paham pose-pose apa saja dari Kezia yg bagus di kamera, sehingga dia bisa melakukan dan mempraktekkannya di masa karantina apabila harus diambil fotonya oleh media. Pengetahuan dasar mengenai pariwisata dan budaya Indonesia juga secara umum diajarkan, agar bisa menjadi bahan sosialisasi dan pembicaraan di waktu karantina. Pendek kata, YPI mencoba untuk dapat meng"cover" semua lini yg diperlukan untuk memoles kandidat. Dalam bahasa Inggris misalnya, selain kursus dengan native speaker, Kezia sangat beruntung mendapatkan roommates Felicia dan Intan yg sangat fasih berbahasa Inggris. Jadwal tugas yang diperankan oleh masing-masing pemenang Puteri Indonesia pun tetap menyisakan waktu untuk bisa menjalankan training di atas. Karena memang, peran sebagai sosok Puteri Indonesia tetap harus menjalani kegiatan sosial, hadir pada acara acara resmi, menjadi Duta BNN, mensosialisasikan produk budaya Indonesia, menjalankan fungsi membantu Kemenpar dan lain-lain . Hal ini juga dapat menjadi bahan tambahan penilaian. Selama 3 minggu masa Karantina Kezia sudah melakukan tugasnya dengan luar biasa baik. YPI merasa sangat bangga melihat Kezia yg begitu banyak mendapatkan coverage media cetak, TV dan social media. Kegigihan Kezia selama masa karantina telah membuahkan hasil dia masuk 12 besar (berada pada urutan ke 11) pilihan juri (bukan voting) & Miss Best Smile. Kezia menampilkan dirinya dengan sangat hebat, tenang saat preliminary (penjurian) dan menjawab pertanyaan. Dia juga tampil sangat cantik dengan make up & hairdonya. Lepas dari apapun,secara garis besar keseluruhan, Kezia sudah mewakili Indonesia dengan sangat baik dan sukses. Penampilannya membanggakan. Misi YPI untuk memperkenalkan Indonesia dan budayanya ke mancanegara telah sampai ke masyarakat Internasional. Kezia telah memperkenalkan industri berbasis budaya Indonesia melalui cara membagi bagikan foot spray parem liquid dari Taman Sari Spa Mustika Ratu dan juga scarf Batik dari Sizzy Matindas kepada pada peserta pageant dan panitia. Juga Kezia telah mampu memperkenalkan baju-baju tradisional Indonesia maupun hasil industri kreatif Indonesia,seperti karya Dynand Fariz, Anne Avantie, Ivan Gunawan, Anaz Khairunaz, dan lain lain. Selain itu Putri Indonesia 2016, Kezia Warouw memiliki hobi coding, hal ini memberikan warna baru, bahkan nilai tambah yang sebelumnya belum pernah ada. Kezia memanfaatkan hobi-nya tersebut dalam tugasnya ketika sudah terpilih sebagai Putri Indonesia 2016, yakni mengembangkan aplikasi untuk mempromosikan pariwisata Indonesia. Kezia menyampaikan idenya untuk membuat aplikasi pariwisata Indonesia Kabar mengenai Kezia yang hobi coding rupanya menarik dunia stratup digital untuk menggaetnya. Salah satunya adalah perusahaan inkubator startup Kibar Kreasi Indonesia, berencana menjadikan Kezia sebagai Duta Gerakan Nasional 1.000 Startup yang tengah digalakkan di Indonesia saat ini.

    Alumni Puteri Indonesia

    • 1992-1993-Indira-Soediro
    • 1994-Vena-Melinda
    • 1995-Shanti-Manahutu
    • 1996-1999-Alya-Rohali
    • 2000-Bernika-Ifada
    • 2002-Melanie-Putria
    • 2003-Dian-Krishna
    • 2004-Artika-Sari-Devi
    • 2005-Nadine-Chandrawinata
    • 2006-Agni-Pratista
    • 2007-Putri-Raemawasti
    • 2008-Zivanna-Letisha
    • 2009-Qory-Sandioriva
    • 2010-Nadine-Alexandra
    • 2011-2012-Maria-Selena
    • 2013-Whulandary-Herman
    • 2014-Elvira-Devinamira
    • 2015-Anindia
    • 2016-Kezia-warouw