• atas new
  • banner finalis 2017
  • homepi1
  • homepi2
  • Home

Puteri Indonesia 2016, Kezia Warouw Siap Beraksi di Ajang Miss Universe 2016

kezia preskonJakarta, 9 Januari 2017 – Miss Universe merupakan ajang kontes kecantikan tingkat dunia yang memiliki prestisius tertinggi. Karena peserta Miss Universe dinilai bukan semata dari kecantikannya saja namun yang terpenting juga kecerdasaan, dan sopan santun/perilaku yang baik yang dikenal dengan 3B yaitu Brain, Beauty, dan Behavior.

Keikutsertaan Indonesia di ajang Miss Universe sudah dimulai sejak tahun 1993, waktu itu Puteri Indonesia 1992 Indira Soediro mewakili Indonesia untuk pertama kalinya di ajang Miss Universe di Mexico, dilanjutkan dengan Puteri Indonesia 1994 Venna Melinda yang dikirim ke Manila, Filipina dan Puteri Indonesia 1995 Shanti Manuhutu yang dikirim ke Windhoek, Namibia, ketiganya hadir sebagai pengamat (observer). Pada tahun berikutnya, Puteri Indonesia 1996 Alya Rohali menjadi wakil Indonesia pertama kali mengikuti ajang Miss Universe 1996 di Amerika Serikat. Setelah pengiriman Puteri Indonesia 1996 Alya Rohali ke ajang Miss Universe, Yayasan Puteri Indonesia sempat tidak mengirimkan wakilnya ke ajang Miss Universe untuk beberapa tahun. Hingga pada tahun 2005, Yayasan Puteri Indonesia (YPI) mengirim Puteri Indonesia 2004 Artika Sari Devi ke ajang Miss Universe sampai dengan sekarang. Tahun ini, Yayasan Puteri Indonesia (YPI), dengan dukungan penuh dari PT Mustika Ratu Tbk kembali mengirimkan, Puteri Indonesia 2016, Kezia Warouw ke ajang Miss Universe 2016 yang akan berlangsung di Manila, Filipina. Perempuan yang memiliki tinggi badan 183 cm ini akan bersaing dengan finalis lainnya dari 85 negara dalam karantina Miss Universe 2016 yang akan berlangsung pada tanggal 12 - 29 Januari 2017 dan Grand Final akan berlangsung pada tanggal 30 Januari 2017 di Mall of Asia, Pasay, Metro Manila, Filipina. Pengiriman ini adalah untuk ke 15 kalinya dimana sebelumnya Yayasan Puteri Indonesia dan Mustika Ratu telah mengirimkan beberapa Puteri Indonesia yang telah mengukir prestasi dan membawa nama harum bangsa Indonesia di dunia internasional, diantaranya adalah Puteri Indonesia 2004, Artika Sari Devi yang berhasil meraih Top 15 Miss Universe 2005, Puteri Indonesia 2013, Whulandary Herman berhasil meraih Top 16 & Best National Costume “Reog Ponorogo”, kemudian Puteri Indonesia 2014, Elvira Devinamira yang meraih the Best National Costume “The Chronicles of Borobudur), disusul Puteri Indonesia 2015, Anindya Kusuma Putri yang berhasil meraih Top 15 Miss Universe 2015. Adapun tujuan keikutsertaan Puteri Indonesia 2016 dalam ajang Miss Universe adalah sebagai sarana untuk memberdayakan setiap perempuan Indonesia untuk memiliki kepercayaan diri dan pengembangan diri agar mampu bersaing di tingkat global, selain itu mereka juga akan mempromosikan produk-produk Indonesia seperti produk Industri Tradisional Berbasis Budaya buatan anak bangsa ke mancanegara, ini terlihat dengan ragam busana yang menggunakan kain asli dari Indonesia, perhiasan dari nusantara, kosmetik unggulan bangsa Indonesia dari Mustika Ratu dan yang terpenting Puteri Indonesia juga mampu menunjukan keramahtamahan dan keindahan khas bangsa Indonesia selama mengikuti karantina. Sebagai wakil Indonesia, perempuan yang lahir di Jakarta pada 18 April 1991 ini telah melakukan banyak persiapan. Salah satunya belajar merias wajah dan rambut sendiri, “Sejak awal terpilih menjadi Puteri Indonesia 2016, saya sudah melatih untuk melakukan persiapan yaitu dengan melakukan perawatan kecantikan luar dan dalam di Taman Sari Royal Heritage Spa, belajar merias wajah dan rambut sendiri yang langsung diajarkan oleh Tim Make Up Artist dari Moor’s Professional Make Up,” ungkap Kezia. Selain itu, Kezia juga mendapatkan banyak pembekalan diberbagai bidang seperti kelas Table Manner dari LPPMS (Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Mooryati Soedibyo), pembekalan tentang current issue, filosofi dan filsafat oleh Ketua Umum Yayasan Puteri Indonesia, Prof. Wardiman Djojonegoro, kelas Bahasa Inggris dengan personal native oleh International Language Program (ILP), kelas Public Speaking oleh Choky Sitohang, pembentukan tubuh (gym) di Celebrity Fitness. Kezia juga mendapat perawatan gigi dari Escalade Dental dan program pembentukan badan dari 20 Fit. Keikutsertaan Kezia di ajang Miss Universe 2016 selain diharapkan dapat meraih prestasi juga dapat mempromosikan pariwisata dan budaya bangsa serta produk-produk asli Indonesia di dunia Internasional. Seperti yang disampaikan oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia, Putri K Wardhani, “Saya sangat berharap Puteri Indonesia yang kami kirimkan bisa meraih hasil terbaik di ajang Miss Universe 2016, sebelumnya Yayasan Puteri Indonesia sudah dibuat bangga dengan pencapaian dari Puteri Indonesia 2015, Anindya Kusuma Putri yang berhasil meraih Top 15 dan tahun ini Kezia harus bisa membawa pulang prestasi ke Indonesia. Selain itu juga dapat mempromosikan produk-produk Indonesia dan produk Industri Tradisional Berbasis Budaya serta memperkenalkan pariwisata dan budaya yang dimiliki Indonesia. Salah satu cara yang dilakukan untuk menunjukan hal tersebut adalah melalui busana yang ditampilkan Kezia pada saat karantina maupun saat kontes berlangsung,”ujar Putri saat konferensi pers keberangkatan Puteri Indonesia ke ajang Miss Universe di Wedang Café, Graha Mustika Ratu, Senin (9/1). Semua persiapan yang dilakukan Kezia ini tak lepas dari dukungan penuh YPI dan PT Mustika Ratu Tbk, yang sangat peduli terhadap prestasi perempuan Indonesia untuk mengharumkan nama bangsa di kontes kecantikan Internasional. Keberangkatan Kezia kali ini juga mendapat dukungan dari keluarga yang telah memberikan support penuh kepada Kezia. Yayasan Puteri Indonesia kembali mempercayakan Dynand Fariz, pria dibalik kesuksesan Jember Fashion Carnaval (JFC), untuk menciptakan kostum Nasional yang bertemakan “Garuda – Unity in Diversty”. Burung Garuda yang menjadi lambang negara menggambarkan keagungan dan kejayaan dengan warna keemasan yang dimiliki. Burung Garuda juga mewakili kedaulatan Indonesia sebagai Negara kepulauan terbesar nomor satu di dunia dengan berbagai perbedaan suku, budaya, agama, geografis, golongan, politik, dan lain sebagainya. Perbedaan ini juga memotivasi Indonesia dalam semangat kibaran bendera Merah Putih yang memiliki arti Berani dan Suci untuk ambil peranan dalam lingkup dunia. Salah satu contoh melalui pengiriman pasukan perdamaian dunia PBB. Begitu pula melalui ajang Miss Universe membawa satu pesan yaitu pesan perdamaian. Garuda – Unity in Diversity, menyatukan diri sebagai bangsa dengan berbagai perbedaan, dan menyatukan diri sebagai bagian dari perdamaian dunia. Adapun selama masa karantina berlangsung, Kezia akan membawa busana dari desainer lainnya seperti Aditya Dwicahya, Ansoe, Anne Avantie, Yosep Sinudarsono, Arturro, Poise 24, Reves, Jajaka Ivan Gunawan, dan Batik Sephora. Sedangkan untuk aksesoris akan mengenakan dari Manjusha Nusantara, DsaksInstyle dan Emas Putih PLG. Kezia juga akan membawakan Gift Auction berupa wayang kulit Gatot Kaca untuk kegiatan penggalangan dana untuk kegiatan sosial. Ia juga akan membawakan oleh-oleh produk kecantikan dari Mustika Ratu berupa Lipstik Moors, Footspray dan Hand Cream Zaitun sebagai produk kebanggaan dan unggulan bangsa Indonesia. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para sponsor: Mustika Ratu, Taman Sari Royal Heritage Spa, Moor’s Professional Make Up by Mustika Ratu, ILP, Emas Putih PLG, Manjusha Nusantara, Ivan Gunawan, Anaz Khairunnas, Sephora, Arturro, Anne Avantie, Dyand Fariz, Aditya Dwicahya, Ansoe, Anne Avantie, Yosep Sinudarsono, Arturro, Poise 24, Reves, Jajaka by Ivan Gunawan dan DsaksInstyle.

Untuk Informasi Lebih Lanjut: Marketing Communication

Telp. (021) 830 6754

Fax. (021) 830 6603

e-mail : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Alumni Puteri Indonesia

  • 1992-1993-Indira-Soediro
  • 1994-Vena-Melinda
  • 1995-Shanti-Manahutu
  • 1996-1999-Alya-Rohali
  • 2000-Bernika-Ifada
  • 2002-Melanie-Putria
  • 2003-Dian-Krishna
  • 2004-Artika-Sari-Devi
  • 2005-Nadine-Chandrawinata
  • 2006-Agni-Pratista
  • 2007-Putri-Raemawasti
  • 2008-Zivanna-Letisha
  • 2009-Qory-Sandioriva
  • 2010-Nadine-Alexandra
  • 2011-2012-Maria-Selena
  • 2013-Whulandary-Herman
  • 2014-Elvira-Devinamira
  • 2015-Anindia
  • 2016-Kezia-warouw