• News
Wardani, Ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia (YPI) turut hadir memberikan sambutannya. Ia mengatakan bahwa 38 finalis Puteri Indonesia 2017 yang hadir turut menjadi Kader dan Duta Anti Narkoba di daerahnya masing-masing. Mereka akan dibekali berbagai pembekalan dari BNN untuk mendapat arahan bahwa narkoba merupakan barang yang berbahaya. Bukan hanya untuk diri sendiri, keluarga, teman, namun bagi bangsa Indonesia. Jadi, sebagai figur perempuan Indonesia bisa dipastikan bahwa para finalis ini bebas dari narkoba. Banyak contoh kasus-kasus penggunaan obat-obatan terlarang yang berakibat fatal bagi yang mengkonsumsinya akan ditampilkan sebagai imbauan kepada finalis untuk menjauhi narkoba serta mengajak untuk berbuat dalam mengkampanyekan anti narkoba. “Puteri-puteri ini merupakan orang pilihan dari daerahnya. Maka kesempatan ini jangan disia-siakan untuk berbuat kepada bangsa dengan membantu pemerintah dalam memsosialisasikan bahaya narkoba,” ujar Budi Warseso. Kepala BNN meminta semua elemen untuk berbuat, bangsa ini dalam keadaan darurat narkoba dimana penyalahgunaan dan peredarannya begitu masif dan telah menelan korban banyak. Oleh karena itu, menjadi Puteri Indonesia tidak hanya cantik, cerdas, dan berbudi pekerti namun diharapkan juga mampu menginspirasi masyarakat juga bahwa menjadi figur masyarakat tidak dengan menyalahgunakan narkoba melainkan dengan berkarya dan berprestasi.

 

 

Informasi lebih lanjut hubungi:

Public Relations Yayasan Puteri Indonesia

Abdy Azwar Sahi (+62) 821-1264-0117