Puteri Indonesia Pariwisata 2013 Siap Berlaga di Miss Supranational 2013, Belarus


Bekerjasama dengan :
The Only Franchise Holder For

Jakarta, 1 Agustus 2013- Yayasan Puteri Indonesia (YPI), dengan dukungan penuh dari PT Mustika Ratu Tbk. akan mengirimkan Puteri Indonesia Pariwisata 2013 Cok Istri Krisnanda ke ajang Miss Supranational 2013 di kota Minsk, Belarus, Eropa. Perempuan kelahiran Bali ini akan menjalani karantina yang berlangsung dari tanggal 17 Agustus hingga 7 September 2013.

Cok Is akan bertolak ke Belarus pada tanggal 15 Agustus 2013. Ia akan didampingi oleh Ketua Bidang Organisasi YPI, Kusumadewi Sutanto. “Ada rasa senang sekaligus gugup jelang keberangkatan saya ke Belarus. Karena ini pertama kalinya saya dikirim ke luar oleh YPI untuk mengikuti kontes kecantikan internasional,” ujar Cok Is.

 Berbagai persiapan telah dilakukan Cok Is demi kesiapannya tampil di ajang Miss Supranational 2013. Mulai dari pembekalan tentang current issue, filosofi dan filsafat, kelas Bahasa Inggris dengan personal native oleh International Language Program (ILP), kelas Public Speaking oleh Tya Diran, pembentukan tubuh (gym) di Celebrity Fitness, perawatan kecantikan luar dan dalam di Taman Sari Royal Heritage Spa dan kursus make up Mustika Ratu.

 Semua persiapan yang dilakukan Cok Is ini tak lepas dari dukungan penuh YPI bersama-sama dengan PT Mustika Ratu Tbk, yang sangat peduli terhadap prestasi perempuan Indonesia untuk mengharumkan nama bangsa di kontes kecantikan internasional.

 
“Saya merasa bangga bisa terpilih dan menjadi wakil dari Indonesia untuk mengikuti ajang Miss Supranational 2013 pada bulan Agustus nanti,” tandasnya.

Di ajang Miss Supranational 2013, Cok Is akan mengenakan National Costume dengan tema Dayak Buterfly. Kostum ini terinspirasi dari suku Dayak, suku asli yang mendiami Pulau Kalimantan. Busana ini menggunakan bahan dasar kulit kayu yang disebut kulit nyamu yang diaplikasikan dalam bentuk motif serat-serat yang dikenakan di kemben dan aksen pada sayap. Sedangkan bahan untuk bawahan yaitu rok serta ekor masih mengenakan bludru sesuai bahan yang ada saat ini di dayak.

Untuk warna dalam busana ini tetap mengakar pada warna asli dayak yakni warna hitam yang diaplikasikan dalam bahan rok bawahan. Sedangkan warna-warna serat menggambarkan warna alam hijaunya hutan belantara, ungu dan merahnya bunga hutan serta birunya langit, putihnya air sungai (silver) diambil sebagai inspirasi warna.

Demi menunjang penampilannya selama mengikuti ajang Miss Supranational 2013, YPI telah mempercayakan kepada desainer muda Indonesia, Yogie Pratama untuk merancang gaun malam dan red carpet yang akan dikenakan Cok Is. Long dress berwarna Magenta dipilih berdasarkan kecocokan pada warna kulitnya yang eksotis, warna magenta juga dapat memberikan kesan fresh. Jika digabungkan dengan si pemakai yang memiliki warna kulit sawo matang, warna dress tersebut juga dicocokkan dengan kombinasi batik Tulis dari Kudus.  Pemilihan batik juga disesuaikan warnanya agar setiap material pada busana dapat memberikan kesan elektrik, begitu juga dengan aplikasi batu-batu yang dipasang pada bagian depan busana.

Kemudian, Ikat Indonesia by Didiet Maulana mempersembahkan karya koleksi tenun ikat berpadu dengan batu-batu cantik dengan color palette warna orange cerah. Tampilan busana simple dan klasik ini akan cocok dikenakan pada acara cocktail malam, siang dan sore hari. Gaun panjang berbahan dasar tenun ikat dari bagian selatan Sulawesi yaitu Makassar dipadukan dengan materi  modern, membuat tampilan tradisional yang sesuai dengan perkembangan jaman.

Adapun selama masa karantina berlangsung, Cok Is akan membawa busana dari desainer Soko Wiyanto, Anaz Khairunaz,  Poppy Karim untuk cocktail dress. Untuk swimsuit, Cok Is akan mengenakan swimsuit dari Nico Nico.  Sedangkan untuk aksesoris akan mengenakan dari Manjusha Nusantara dan Elizabeth Wahyu.

Keikutsertaan Cok Is di ajang Miss Supranational 2013 adalah untuk yang pertama kalinya. Diharapkan dengan keikutsertaan Cok Is untuk pertama kalinya di ajang ini dapat menjadi pintu pembuka untuk meraih prestasi di ajang International. Hal senada juga disampaikan oleh Dewan Pembina YPI, Putri K Wardani, “Saya sangat berharap Puteri Indonesia yang kami kirimkan bisa meraih hasil terbaik di ajang Miss International 2012, kalau bisa lebih baik dari pendahulunya. Keberhasilan meraih juara pasti akan menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.


Finalis Puteri Indonesia 2014